
Warga Exit Tol Banyurejo Tuntut Jasa Marga Batalkan Pemasangan Portal: Akses Tani, UMKM, dan Harga Tanah Terancam (ist)
WARTA-JOGJA.COM || SLEMAN, DIY – Puluhan warga di kawasan Exit Tol Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman, menyampaikan aspirasi secara damai pada Minggu (16/8/2026) pagi. Mereka secara tegas menolak rencana PT Jasa Marga memasang portal besi dan pagar sepanjang sekitar satu kilometer di ruas Jalan Provinsi DIY. Kebijakan ini dinilai merugikan secara ekonomi, sosial, maupun nilai aset warga.
Koordinator Forum Warga Terdampak Exit Tol Banyurejo, Agus Wintolo, menjelaskan bahwa rencana pemasangan portal tersebut akan mematikan potensi ekonomi warga. Jalur alternatif yang disiapkan dianggap terlalu sempit dan tidak memadai.
“UMKM warga kami akan mati sebelum berkembang. Pengguna jalan dialihkan ke jalur bantuan yang lebarnya tidak sesuai ekspektasi. Bagaimana bisa ekonomi tumbuh jika akses saja dibatasi?” tegas Agus.
Tidak hanya pelaku usaha, para petani juga sangat dirugikan. Jalan sempit itu tidak memungkinkan kendaraan pengangkut hasil panen berpapasan dengan lancar, sehingga aksesibilitas terganggu dan berpotensi menimbulkan kemacetan berkepanjangan saat musim panen.
Dampak jangka panjang yang paling berat adalah turunnya nilai tanah warga. Tanah yang menjadi aset dan warisan anak cucu dikhawatirkan harganya anjlok drastis karena akses lingkungan menjadi terbatas akibat pemagaran.
“Tanah itu aset masa depan kami. Jika akses tertutup, otomatis nilainya jatuh. Ini kerugian yang tidak bisa dikembalikan,” ujar Agus.
Sebelumnya, warga telah menyampaikan keberatan ke kantor PT Jasa Marga, namun pihak pengelola jalan tol tetap pada pendiriannya. Karena aspirasi belum didengar, warga bertekad terus memperjuangkan haknya. Pihaknya juga berencana mengirimkan surat kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, untuk meminta mediasi.
“Kami mohon Kanjeng Sinuhun untuk membantu memediasi warga dengan pihak Jasa Marga. Semoga ada solusi yang adil dan tidak merugikan rakyat,” harap Agus.
Warga menuntut pembatalan total rencana pemasangan portal besi tersebut. Jika belum mendapat tanggapan, warga menyatakan siap mengambil langkah lebih lanjut demi membela kepentingan bersama.
Penulis: Umar









